Sabtu, 29 September 2012

Materi Geografi Kelas XI IPS Semester 1



GEOGRAFI XI IPS SEMESTER 1

BAB I BIOSFER

Biosfer
(Sumber pertama:Samadi. 2010. Geography For Senior High School.Jakarta:Yudhistira. ; Sumber kedua:Ms. Retno, Geografi Teach, for class XI IPS semester 1.; Sumber Ketiga:Akhwan, Nur Hasan. Geografi Lembak Kerja dan Tugas Siswa untuk SMA Kelas XI a.Surabaya:Bintang Karya.)

BIOS FER, berasal dari kata,  bios yang berarti Makhluk Hidup, Spera yang berarti lingkungan. Makhluk hidup di laut dapat hidup pada kedalaman 200 meter dibawah permukaan laut, sedangkan lebih dari 200 meter dibawah permukaan laut, makhluk hidup tersebut disebut palagi. Matahari dapat menembus tanah hingga 30 sampai 35 meter diatas permukaan laut.
I.            Persebaran Flora dan Fauna di dunia.
A.    Factor Abiotik
1)      Iklim, flora merupakan tumbuhan hidup di daerah dengan menyebutkan berbagai jenis tumbuhan, contohnya: hutan hujan tropis; Vegetasi, tumbuhan yang hidup pada suatu daerah dengan menyebutkan satu jenis tanaman, contohnya hutan musim tropis (jati), contohnya hutan musim tropis (jati) → homogeny. Tumbuhan dibagi menjadi seperti: hidrofit (tanaman air), higrofit (tanaman rawa-rawa), dan xerofit (tanaman tahan kering).
a)      Suhu atau temperature yakni: Pertama, sudut datang radiasi matahari, hasil pengamatan bahwa buah mangga, pohon bagian timur dengan buah mangga, pohon bagian barat, akan lebih banyak yang ada di pohon bagian timur dan lebih enak dipohon bagian timur (jika tidak ada halangan pada radiasi matahari). Hasil Pengamatan kedua: tanaman dipegunungan bagian timur lebih bagus daripada tanaman dipegunungan bagian barat;

http://3.bp.blogspot.com/-v05CrvFBuwU/T4lj_HjjKaI/AAAAAAAAAFA/_QYfJ04Y_G8/s400/sudut+datang+radiasi+matahari.png

 (Gambar 1, sudut datang radiasi matahari)
Kedua, ketinggian tempat; Ketiga Vegetasi penutup lahan, buffering merupakan penitip lahan dengan pohon kereas; Keempat, kedalaman laut; Kelima, jarak daratan dengan laut;

b)     Kelembapan Udara, banyaknya air yang terkandung dalam udara.
Kelembapan Relatif=Kelembapan Mutlak       x 100%
                                    Kelembapan Maksimum
Contohnya: suatu daerah dengan suhu-26o C pada 1 meter3 udara, mengandung 25 gram uap air, sedangkan kelembapan maksimumnya 20 gram. Berapa kelembapan nisbinya? Berpotensi hujan atau tidak?
Jawab:
Kelembapan Nisbi
Kelembapan Relatif=Kelembapan Mutlak       x 100%
                                    Kelembapan Maksimum

Kelembapan Relatif=25       x 100%  = 125
                                    20
Berpotensi Hujan
c)      Angin
d)     Curah hujan
B.     Tanah, unsure tanah antara lain: oksigen ,air, unsure hara, mineral. Tekstur tanah yakni: Pertama, Horizon O; Kedua Horizon A; Ketiga, Horizon B, Keempat, Horizon C; Kelima Horizon D. Tingkat keasaman (Ph) Tanah yakni: Pertama, kurang dari 7 adalah pengapuran; Kedua, antara 6-6,5, merupakan netral; Ketiga, lebih dari 7, merupakan basa.
C.    Fisiografis
http://1.bp.blogspot.com/-LDp4gotIPYU/T4lkSQIAeII/AAAAAAAAAFI/-zI2h5gZadA/s400/fisografis.png

(Gambar 2, Fisiografis)
II.            Biotik, Persebaran flora dan fauna dimuka bumi yakni: Pertama, lingkungan darat; Kedua, air tawar; ketiga, air laut.
A.    Lingkungan Darat
        i.            Persebaran Flora pada Bioma
a)      Tundra, yakni daratan tanpa pohon. Tanamannya yakni lumut. Ciri-cirinya yakni: Pertama, berada di kutub utara (66 ½ 0 Lintang Utara sampai dengan 900 Lintang Utara), Kedua, musim dingin dan gelap serta musim panas dan terang; Ketiga, tidak dapat ditumbuhi pohon kecuali lumut. Negara yang terdapat Tundra yakni: Kanada (Amerika Utara), Siberia bagian Utara, Skandinavia (Denmark, Swedia, Norwegia, Finlandia), Greenland, Russia, Alaska, sekeliling lingkaran Arktik, Islandia, pulau-pulau kecil sekitar Antartika. Jenis Flora bioma Tundra antara lain:lumut dan rumput. Jenis Fauna bioma Tundra antara lain: burung hantu, burung elang, angsa, beruang kutub, pinguin, ikan salmon.
b)     Konifer/ Taiga, dalam bahasa Rusia, artinya hutan yang gelap dan misterius. Ciri-cirinya yakni: Pertama, berada di 45o Lintang Utara sampai dengan 47o Lintang Utara; Kedua, cirri pohonnya lurus; Ketiga, daunnya berbentuk jarum, Keempat, merupakan Bioma terluas; Kelima, Musim dingin yang cukup panjang; Keenam, musim panas sangat singkat; Ketujuh, selama musim dingin, air tanah menjadi es, Kedelapan, Hanya terdapat dua sampai tiga jenis tumbuhan; Kesembilan, tanaman runcing seperti jarum. Negara yang terddapat Taiga yakni: Kanada (Amerika Utara), Siberia bagian selatan, Skandinavia (Denmark, Swedia, Norwegia, Finlandia), Greenland, Russia, dan Alaska. Jenis Flora bioma taiga yakni: Alder, Juniper, Spruce. Jenis Fauna bioma taiga yakni: beruang, serigala, rubah.
c)      Hutan Basah, di Amerika Selatan disebut Selva. Negara yang memiliki hutan basah, yakni: Amerika Selatan, Semenanjung Amerika Tengah, Zaire, Afrika Barat, Madagaskar, Australia Utara, Afrika Selatan bagian timur, Indonesia, Malaysia. Ciri-ciri hutan basah yakni: Pertama, terdapat berbagai jenis tumbuhan; Kedua, curah hujan tinggi (>2000 milimeter/ tahun); Ketiga, mendapat sinar matahari dan air yang cukup; Keempat, sinar matahari sedikit menembus dasar hutan; Kelima, Ketinggian pohon utama 20 meter sampai 40 meter; Keenam: pohon berdaun lebar, lebat, dan selalu hijau; Ketujuh, terdapat semak belukar; Kedelapan, terdapat tumbuhan epifit (seperti anggrek).
d)     Gurun, meliputi daerah: pantai altantik Afrika hingga Asia Tengah yakni: Gurun Sahara, Gurun Arab, Gurun Gobi, Gurun Victoria. Ciri-ciri gurun antara lain: Pertama, curah hujan sangat rendah; Kedua terdapat evaporasi (penguapan); Ketiga, air tanah cenderung asin; Keempat, suhu fluktuatif (siang sangat panas dan malam sangat dingin). Jenis Flora antara lain Kaktus dan kurma (Contoh Tumbuhan Ephemeral yakni Kurma; Contoh Tumbuhan Perennia yakni Kaktus). Jenis Fauna yakni; Unta, hamster, gerbil.
e)      Hutan Gugur, daerah yang memiliki hutan gugur yakni: Amerika Serikat bagian timur, ujung selatan benua Amerika, Kepulauan Inggris, Australia. Ciri-ciri hutan gugur yakni; Pertama, menjelang musim gugur, daun berwarna merah karena kimia; Kedua, curah hujan tidak merata (750 mili meter sampai 1000 mili meter per tahun); Ketiga, jumlah pohon tidak terlalu rapat; Keempat, mempunyai empat musim (Musim Panas, Musim Gugur, Musim Dingin, Musim Semi). Musim panas, bercirikan: pohon-pohon yang tumbuh dengan warna daun hijau; Musim gugur, daun-daun mulai berguguran karena sulit mendapatkan air sehingga ada interaksi kimia; Musim Dingin, air bersalju, tumbuhan gundul, hibernasi pada fauna; Musin semi, salju mencair, tumbuhan mulai berdaun, fauna yang berhibernasi mulai kembali aktif. Jenis Flora yakni pohon oak, sedangkan fauna yakni: Panda dan Bajing.
f)       Sabana atau Savana, yakni padang rumput yang diselingi pepohonan. Negara yang memiliki sabana yakni: Afrika Selatan, Amerika Selatan, Australia. Ciri-ciri Sabana antara lain: Pertama, berada di sub tropis; Kedua, curah hujan rendah; Ketiga, temperature udara panas sepanjang tahun; Keempat, hujan terjadi secara musiman; Kelima, terdapat sungai ephemeral. Jenis flora yang terdapat di sabana antara lain: Palem, akasia, dan cendana. Jenis Fauna yang terdapat di sabana antara lain: Kuda, zebra, jerapah, singa, dan cheetah.
g)      Stepa, yakni padang rumput luas tanpa disertai kumpulan pepohonan. Wilayah yang memiliki stepa antara lain: Afrika, Amerika Selatan, Amerika Serikat bagian barat, Argentina, Australia. Bahasa lain stepa dibeberapa Negara antara lain: Velas, bahasa stepa di Afrika; Pampa, bahasa stepa di Argentina; Prairie, bahasa stepa di Amerika Serikat; Puzta, bahasa stepa di Hongaria; Steppes, bahasa stepa di Russia.Ciri-ciri Stepa antara lain; Pertama, curah hujan tak teratur (250 mili meter sampai dengan 500 mili meter per tahun); Kedua, Tingkat porositas tanah rendah (Porositas adalah tingkat penyerapan air); Ketiga, system penyaluran air kurang baik; Keempat, Ketinggian rumput antara 1, 5 meter sampai 3,5 meter (padang ilalang). Jenis Flora Stepa antara lain: Akasia dan semak. Jenis Fauna Stepa antara lain; Kanguru, Antelop (di Amerika Selatan), Kerbau (di Indonesia), Bisson (di Amerika Selatan), Harimau, Singa, dan ular.


Ø  Persebaran Flora di Nusantara, faktornya adalah: iklim, jenis tanah, relief atau tinggi rendah permukaan bumi, biotic. Jenis flora yang diperngaruhi iklim yakni; Pertama, hutan musim, misalnya hutan kapuk dan hutan jati, daerahnya meliputi Jawa Tengah sampai Nusa Tenggara; Kedua, Hutan Hujan Tropis, meliputi daerah yang dilalui oleh garis khatulistiwa (Pulau Sumatera dan Kalimantan); Ketiga, Sabana, meliputi daerah Nusa Tenggara Barat dan Timur; Keempat, Stepa, yakni meliputi Nusa Tenggara Timur yang digunakan untuk peternakan; Kelima, Hutan Bakau atau Hutan Mangrove, meliputi Papua, Jawa Bagian Utara, dan Bali.



      ii.            Persebaran Hewan di Dunia
a)      Ethiopian, jenis fauna yakni: simpanse, beruang, unta, dan kolibri. Meliputi: Sebagian jazirah Arab sampai Afrika Selatan dan Madagaskar.
b)     Paleartic, jenis fauna yakni: Panda (Cina Daratan), rusa kutub, beruang kutub, unta, ayak, burung bersiul. Meliputi: Asia Timur, Asia Tengah, Asia Barat, Eropa, dan Sahara.
c)      Oriental, jenis fauna yakni: harimau, orang utan, gibbon, kancil, burung. Di Indonesia, daerahnya meliput: Indonesia Barat. Jenis fauna hamper sama dengan Ethipian, yakni: Anjing, kucing, monyet, gajah, badak harimau.
d)     Neotropical, jenis fauna yakni: anaconda, ikan piranha, belut listrik, tapir, kungkang, armadillo, tinamous. Meliputi: Amerika Tengah dan Amerika Selatan.
e)      Neartic, jenis fauna yakni: antelop, tupai, kalkun, jungko, burung biru. Meliput: Amerika Utara, Greenland, dan Meksiko. Jenis fauna meliputi: Bison, Musk ox, Burung Kalkun, caribou, puma.
f)       Oceania, jenis fauna yakni :burung kiwi.  
g)      Australian, jenis fauna yakni: burung cenderawasih, burung penghisap madu, kakatua, burung kasuari, monotreama, marsupial. Meliputi: Australia dan Selandia Baru.
h)     Antartic, jenis fauna yakni: anjing laut, rusa kutub, pinguin.
http://1.bp.blogspot.com/-fZKDFM8iiHw/T4lkvVaj7gI/AAAAAAAAAFQ/Y8hQ_dc3Bd8/s640/Zone+of+Worl+Animals+zona+Hewan+dunia.jpg

(Gambar 3, zona persebaran hewan di dunia)
http://4.bp.blogspot.com/-FWAYvz9NkcE/T4llKKMvgtI/AAAAAAAAAFY/gx7x8C6AI9s/s640/Zona+Hewan+Zone++Animals.jpg

(Gambar 4, zona persebaran hewan di Nusantara)


B.     Lingkungan Air
        i.            Perairan Air tawar (ada kehidupan), meliputi: tambak, rawa-rawa, sungai, dan waduk. Zona Fotik adalah zona air tawar atau bagian perairan yang paling banyak radiasi matahari sampai kedasar perairan. Cirinya: banyak kehidupan, kadar garam rendah, dipengaruhi kondisi iklim atau cuaca, terdapat aliran air. Jenis flora yang dapat hidup yakni: eceng gondok, teratai, kayu apu. Perairan air tawar dibagi menjadi tiga yakni: Pertama, Zona Litoral, perairan dangkal, matahari dapat tembus ke dasar. Jenis fauna yakni: Cacing, udang; Kedua, Zona Limnetik, zona perairan terbuka, lebih tengah, radiasi matahari bisa tembus ke dasar. Jenis fauna yakni Benton, bentos, plankton; Ketiga, Zona Profundal, zona perairan dalam, matahari tidak tembus sampai ke dasar perairan.
      ii.            Perairan Air Laut, terbagi atas: Pertama, zona Fotik, zona laut pada kedalaman 10 meter hingga 200 meter, radiasi matahari tembus ke dasar, terdapat pasang surut. Paling banyak kedalaman 200 meter berada ditropis sedangkan kutub utara terdangkal; Kedua, zona afotik, zona laut terdalam lebih dari  200 meter, radiasi tidak tembus ke dasar perairan; Ketiga, zona antara atau pertengahan, kedalaman 200 meter hingga 2000 meter, terdapat arus laut, radiasi matahari masih dapat tembus. Perairan Air Laut menurut fisik dibagi atas: Pertama, litoral, zona pasang surut; Kedua, Neritik, zona fotik, kedalaman 10 meter hingga 200 meter; Ketiga, abisal, zona pertengahan, 200 meter hingga 2000 meter; Keempat, zona kedalaman, lebih dari 2000 meter.

BAB II ANTROPOSFER

1. Pengertian fenomena antroposfer
Antroposfer adalah manusia dan kehidupannya di permukaan bumi, dalam pembahasannya nanti lebih di tekankan pada aspek kependudukannya, yang berkaitan dengan masalah kependudukan, antara lain ; kepadatan, penyebaran yang tidak merata, jumlah dan kualitas penduduk.
2. Menganalisis komposisi penduduk berdasarkan umur dan jenis kelamin.
Komposisi penduduk menurut umur dan jenis kelamin bersifat universal, karena umur dan jenis kelamin selalu menjadi dasar dalam pengelompokan penduduk dan mempunyai perana yang penting dalam kehidupan masyarakat antara lain menentukan kedudukan atau status dalam masyarakat, menentukan kesempatan dalam memperoleh pekerjaan dll.
Pengelompokan menurut jenis kelamin jelas laki-laki dan perempuan sedangkan berdasarkan umur, menurut beberapa sumber dikelompokkan sebagai berikut :
  • a. Kelompok usia muda / belum produktif antara 0 – 14 tahun
  • b. Kelompok usia dewasa / produktif antara 15 th – 64 tahun
  • c. Kelompok usia tua / tidak produktif diatas 65 tahun
Berdasarkan pengelompokan tersebut dapat diketahui angka ketergantungan atau sering disebut Dependency Ratio dengan menggunakan Rumus sebagai berikut :
Contoh   : Jumlah penduduk Bantul pada tahun 2006 sebanyak 2 juta jiwa dengan komposisi ; jumlah usia muda 250.000, jumlah usia dewasa 1.700.000 jiwa sedangkan jumlah usia tua sebanyak 50.000 jiwa, hitungka angka ketergantungannya.
Jawab     :
Jadi angka ketergantungannya sebanyak 17 artinya setiap 100 penduduk usia dewasa harus menanggung beban kehidupan sebanyak 17 orang disamping harus menghidupi dirinya sendiri.
Dalam kehidupan nyata apakah mungkin itu terjadi ?
3. Menghitung tingkat kelahiran penduduk
Angka kelahiran atau sering disebut dengan Natalitas diartikan sebagai jumlah kelahiran hidup untuk setiap 1000 penduduk dalam waktu 1 tahun , juga disebut angka kelahiran kasar/ CBR ( Cruth Birth Rate ), dengan kriteria sebagai berikut  :
  • a. diatas 30 berarti angka kelahirannya tinggi
  • b. antara 20 – 30 berarti angka kelahirannya sedang
  • c. Dibawah 20 berarti angka kelahirannya rendah
Faktor-faktor yang menambah jumlah kelahiran/Pro natalitas
  • a. Nikah usia muda
  • b. Pergaulan bebas
  • c. Derasnya arus informasi
  • d. Lemahnya iman
  • e. Kurangnya kesadaran ber-KB
  • f. Dll
Faktor yang menghambat jumlah kelahiran/ anti natalitas
  • a. menunda nikah
  • b. Pantang nikah
  • c. Penyakit
  • d. KB
  • e. dll
4. Menghitung tingkat kematian penduduk
Angka kematian atau sering disebut Mortalitas adalah jumlah kematian dalam setiap 1000 penduduk dalam waktu 1 tahun, juga disebut CDR / Cruth DeathRate, dengan kriteria sebagai berikut :
  • a. diatas 20 berarti angka kematiannya tinggi
  • b. 10 – 20 berarti angka kematiannya sedang
  • c. Dibawah 10 berarti angka kematiannya rendah
Faktor yang menambah jumlah kematian/pro mortalitas
  • a. Perang
  • b. Penyakit
  • c. Kriminalitas
  • d. Bunuh diri
  • e. Bencana alam
  • f. Dll
Faktor yang menghambat jumlah kematian /anti mortalitas
  • a. Perdamaian
  • b. Kemajuan bidang kesehatan.kedokteran
  • c. Imunisasi
  • d. Kebersihan
  • e. Makanan bergizi
  • f. Dll
5. Menghitung pertumbuhan penduduk suatu wilayah
  • a. Pertumbuhan Penduduk alami
Pertumbuhan Penduduk alami adalah pertumbuhan penduduk yang hanya memperhatikan aspek kelahiran dan kematian saja, juga disebut Natural Increase
Pertumbuhan Penduduk L – M
  • b. Pertumbuhan Penduduk Total
Pertumbuhan Penduduk Total adalah pertumbuhan penduduk dengan memperhatikan aspek kelahiran, kematian, migrasi masuk dan  migrasi keluar.
Pertumbuhan Penduduk Total ( L – M ) + ( I – E )
  • c. Proyeksi penduduk
Proyeksi Penduduk adalah memperkirakan jumlah penduduk pada masa yang akan datang.
Proyeksi Penduduk
Pn = Po(1+r)n
Contoh       : Diketahui jumlah penduduk Klaten pada awal tahun 2006 sebanyak 2 juta jiwa, pertumbuhan penduduknya 2 %/tahun.
Hitunglah perkiraan jumlah penduduk Klaten pada tahun 2008.
Jawab         :
Pn=2.000.000(1+2%)2
Pn=2.000.000(1+0,02) 2
Pn=2.000.000(1,02) 2
Pn=2.000.000(1,04 )
Pn=2.080.000
6. Masalah-masalah kependudukan di Indonesia.
  • a. Pertumbuhannya tinggi
  • b. Persebarannya tidak merata
  • c. Komposisinya sebagian usia muda
  • d. Kualitasnya rendah
7. Usaha mengatasi masalah kependudukan di Indonesia
  • a. KB
  • b. Transmigrasi
  • c. Peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan
8. Menyajikan informasi kependudukan melalui peta tabel dan grafik/diagram
  • a. Simbol Ordinal / bertingkat
Adalah simbul yang menunjukkan adanya tingkatan nilai data, seperti kepadatan penduduk ( padat, sedang dan jarang ), pertumbuhan penduduk dll
  • b. Simbol Kuantitatif
Adalah si,mbol yamg menunjukkan  data secara kuantitatif dan kualitatif, misal jumlah penduduk di berbagai kecamatan di Bantul
Simbol ini dapat berupa diagram batang, lingkaran dll
  • c. Simbol Pictorial
Adalah simbul yang menggunakan bentuk sesuai dengan keadaan yang sesungguhya, misal jumlah penduduk menggunakan simbul bentuk manusia sesuai dengan jumlahnya, dll
9. Membedakan antara migrasi ekstern dan migrasi intern
Migrasi Intern adalah perpindahan penduduk antara satu daerah dengan daerah lain dalam satu negara
Misalnya          : transmigrasi, urbanisasi, evakuasi
Migrasi Ekstern adalah perpindahan penduduk antar negara
Misalnya          : Imigrasi, emigrasi dan remigrasi
1. Pengertian Sumber Daya Alam
Sumber Daya Alam atau sering disebut Natural Resource adalah Segala potensi alam yang dapat dikembangkan untuk proses produksi dalam rangka untuk memenuhi kebutuhan manusia.
2. Klasifikasi Sumber Daya Alam
  • a. Berdasarkan kemungkinan pemulihannya
1).  Renewable Resource /dapat diperbaharuhi
Adalah sumber daya alam yang dapat dikembalikan persediaannya dengan cara yang relatif mudah dan waktunya relatif cepat, misal hasil pertania, perkebunan, kesuburan tanah dll.
2).  Unrenewable Resource/tidak dapat diperbaharuhi
Adalah sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharuhi setelah habis dipergunakan atau pemulihannya memakan waktu yang sangat lama jutaan tahun, misal  minyak bumi, batu bara dan berbagai jenis tambang mineral yang lain.
  • b. Berdasarkan sifatnya
1).  Sumber Daya Alam  Fisik
Adalah sumber daya alam yang berupa benda, misal barang tambang, air, tanah dll
2).  Sumber Daya Alam Hayati
Adalah sumber daya alam yangnberupa makhluk hidup, baik tumbuhan maupun hewan.
  • c. Berdasarkan kecepatan habisnya
1).  Sumber daya alam yang cepat habis
sumber daya alam yang cepat sekali  habis, karena nilai konsumtifnya tinggi, sehingga banyak pemakainya. Misal ; minyak bumi, gas alam dan bahan bakar lainnya konsumsinya tinggi.
2).  Sumber Daya Alam yang tidak cepat habis
Sumber daya alam yang nilai nya tidak akan pernah habis, dan biasanya nilai konsumtifnya rendah, misal emas, intan mutiara dll
3).  Sumber Daya Alam yang tidak akan habis
Sumber daya alam yang tidak akan habis karena ada pembaharuan secara alami, misal ; sinar matahari, udara/oksigen.
  • d. Berdasarkan Lokasinya
1).  Sumber Daya Alam Terestrial
Adalah sumber daya alam yang berada di daratan, misalnya bahan galian, tanah, hutan dll
2).  Sumber Daya Alam Akuatik
Adalah sumber daya alam yang berda di lautan, misalnya ikan, rumput laut, garam, energi gelombang dll.
  • e. Berdasarkan UU No 11 tahun 1976 Tentang pertambangan
1).  SDA Golongan A / Strategis
Adalah golongan bahan galian yang strategis untuk pertahanan dan kemanan atau untuk menjamin perekonomian negara, misal minyak bumi, batu bara, nikel, mangaan dll
2).  SDA Golongan B/ Vital
Adalah golongan SDA yang dapat menjamin hajat hidup orang banyak , misal emas, perak, magnesium dll
3).  SDA Golongan C
Adalah golongan SDA yang termasuk batuan industri , misal  batu, gamping, pasir dll
3. Persebaran Sumber Daya Alam
NO
NAMA
TEMPAT
1
Hutan
Papua, Sulawesi, Kalimantan, Sumatra
2
Minyak bumi
Cupu, Cirebon,Plaju, Palembang ,Sorong,Kalimantan
3
Gas Alam ( LNG )
Arun
4
Batu-Bara
Ombilin,Kalimantan, Aceh,  Bukit Asam,Jambi,Riau,
5
Emas Perak
Tembaga Pura, batu Hijau, Tasikmalaya,Bengkulu, Jampang ( Jabar )
6
Nikel
Danau Matana, Towuti, Kolaka
7
Timah
8
Bauksit
P. Bintan
9
Marmer
Trenggalek, Bayat
10
Tembaga
Tembaga Pura, Tirtomoyo Wonogiri, Muara Sipeng( Sulawesi )
11
Mangaan
KliripanP. Doi ( Halmahera) Karang Tunggal ( Tasikmalaya)
12
Intan
Martapura
13
Platina/Emas Putih
Peg. Verbeek
14
Fosfat
Cirebon, gunung Ijen,Banyumas
15
Mika
Kep. Banggai
4. Pemanfaatan Sumber Daya Alam
Akhir-akhir ini tampak bahwa penggunaan sumber daya alam cenderung naik terus, karena:
  • a. pertambahan penduduk yang cepat
  • b. perkembangan peradaban manusia yang didukung oleh kemajuan sains dan teknologi. Oleh karena itu, agar sumber daya alam dapat bermanfaat dalam waktu yang panjang maka hal-hal berikut sangat perlu dilaksanakan.
  • 1. Sumber daya alam harus dikelola untuk mendapatkan manfaat yang maksimal, tetapi pengelolaan sumber daya alam harus diusahakan agar produktivitasnya tetap berkelanjutan.
  • 2. Eksploitasinya harus di bawah batas daya regenerasi atau asimilasi
    sumber daya alam.
  • 3. Diperlukan kebijaksanaan dalam pemanfaatan sumber daya alam yang ada agar dapat lestari dan berkelanjutan dengan menanamkan pengertian sikap serasi dengan lingkungannya.
  • 4. Di dalam pengelolaan sumber daya alam hayati perlu adanya
    pertimbangan-pertimbangan sebagai berikut :
    a. Teknologi yang dipakai tidak sampai merusak kemampuan sumber daya untuk pembaruannya.
    b. Sebagian hasil panen harus digunakan untuk menjamin
    pertumbuhan sumber daya alam hayati.
    c. Dampak negatif pengelolaannya harus ikut dikelola, misalnya
    dengan daur ulang.
d. Pengelolaannya harus secara serentak disertai proses
pembaruannya.
Sumber :
http://chopin-pesat.blogspot.com/2012/03/geografi.html

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar